UNRIYO menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi Digital di era Revolusi Industri 4.0

UNRIYO menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi Digital di era Revolusi Industri 4.0

Publikasi ilmiah merupakan manifestasi dari tridharma perguruan tinggi untuk menaikkan karir akademik dosen dan meningkatkan mutu perguruan tinggi baik secara nasional maupun internasional, untuk itu menjadi penting untuk mengatakan bahwa perguruan tinggi harus memiliki kebijakan literasi.Kebijakan literasi perguruan tinggi menjadi penggerak bagi pembangunan atmosfir publikasi ilmiah. Kebijakan literasi sesungguhnya menjadi dasar agar kegiatan ilmiah dosen diorientasikan kepada produktivitas publikasi ilmiah para dosen di perguruan tinggi sehingga dengan demikian ini dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan kehidupan akademis dan ilmiah. Literasi sebagai kekuatan besar dalam pembangunan sumberdaya manusia menjadi penting untuk dihidupkan.

Dalam merespon situasi tersebut Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) di Hotel Sahid, Kamis (21/11/2019) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema 'Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital dalam Publikasi Ilmiah di Era Revolusi Industri 4.0' , dengan menghadirkan narasumber : Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc Ph.D. ( Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat KEMENRISTEK) dengan pemaparan materi Pentingnya Literasi Digital dalam Publikasi Ilmiah di Era Revolusi Industri 4.0.

Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D (Guru Besar FEB  UGM), dengan Materi : Pemanfaatan Literasi Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah dan Buku Ajar Ibu Dr. Fransiska Lanni, MS ( Wakil Rektor I Universitas Respati  Yogyakarta) dengan Materi : Peran Perguruan Tinggi dalam peningkatan kemampuan literasi digital untuk publikasi ilmiah di Era Revolusi Industri 4.0

Prof Ocky Karna Radjasa PhD, Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristek sebagai pembicara menyampaikan “Salah satunya yang berperan penting adalah komponen publikasi yang dinyatakan dengan indeks sitasi. Sehingga kita mau tidak mau harus juga memperkuat kapasitas publikasi internasional," Data dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menunjukkan terdapat 297.854 dosen yang mengajar di 4.607 perguruan tinggi tanah air. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta). Bahkan hingga saat ini Indonesia baru menghasilkan 34.007 jurnal terindeks Scopus.

Guru Besar FEB UGM, Prof Mudrajad Kuncoro PhD menyampaikan Publikasi kita rendah karena peneliti Indonesia mayoritas berpendidikan S2 (59%), S3 (26%) dan S1 (12%). Mengapa minat menulis dosen, mahasiswa, guru rendah? Karena budaya kita lisan bukan tulisan, apa yang mereka ajarkan tidak pernah ditilis, publikasi di Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan Indonesia dalam hal ini jauh tertinggal di antara negara-negara lain di Asia.

Wakil Rektor I Unriyo, Dr Fransiska Lanni MS menyampaikan bahwa perguruan tinggi dituntut untuk mendorong publikasi ilmiah. Tak hanya bagi para dosen, namun juga sarjana magister dan doktoral, termasuk profesor.Kemajuan teknologi informasi ilmiah yang ada bisa dengan mudah diakses dalam bentuk digital. Sisi positifnya siapapun bisa bertukar pikiran memacu membuat penelitian bermunculan.Namun negatifnya akan terlalu bebas sehingga rentan terjadi pelanggaran etika akademik. Terutama publikasi ilmiah sampai plagiarsime.

Seminar Nasional dihadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, peneliti, pengabdidan para peminat yang berasal dari perguruan tinggi di pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi

Setelah Seminar Nasional dilanjutkan presentasi ilmiah yang diikuti para peneliti dan pengabdi dengan pembagian 4 sub topic yaitu, sub topic tema kesehatan, sub topic tema social humaniora, sub topic tema ekonomi, sub topic tema sains dan teknologi.




Sumber Berita : https://krjogja.com/web/news/read/115229/Pentingnya_Publikasi_Ilmiah_dalam_Pendidikan_Tinggi


Berita Terkait

UNRIYO Buka Pendidikan Profesi Bidan

UNRIYO Melaksanakan Audit Mutu Internal Tahun 2019

SAMBUT MAHASISWA BARU UNRIYO TA 2019 - 2020 PKKMB 2019

UNRIYO Dalam Acara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73

Workshop Pengembangan Bahan Ajar

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
5WY2AW


Halaman Lain